Pemilihan jenis analisa batuan
f*****@*********.co.id
Tanya:
Ian Wark Institute membagi metode NAG test ke dalam 3 tipe, yakni single addition NAG test, sequential NAG test, dan kinetic NAG test. Single addition NAG test tepat digunakan utk sampel dengan total sulfur < 1.5%. Namun demikian, jika kita ingin melanjutkan ke sequential NAG test, maka akan membutuhkan waktu sekitar 2 hari, sehingga secara operasional pemindahan OB setelah blasting tidak akan terpenuhi. Mohon pendapat, metode NAG test yang mana yang tepat digunakan.
Jawab:
Untuk kepentingan operasi yang hanya membagi batuan dalam NAF dan PAF, NAG test lebih umum digunakan dengan hanya melihat nilai NAG pH-nya pada akhir reaksi batuan dengan larutan hydrogen peroxide (H2O2).
Namun, apabila diperlukan data batuan lebih lengkap, yaitu memprediksi nilai total kg H2SO4/ton batuan, analisa secara lebih detail dengan titrasi NaOH serta sequential NAG test dapat dilakukan. Memang, pelaksanaan analisa ini memerlukan waktu yang lama.
Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pemilihan jenis pengujian disesuaikan dengan tujuannya, termasuk dalam hal ini tujuan dari pengelolaan batuan tersebut.
Sample standard dan program pengujiaan
Tanya:
Saat ini kami membutuhkan sample standard atau suatu program yang diikuti oleh beberapa laboratorium untukĀ mengikuti uji profisi sebagai acuan kualitas/akurasi analisa kami.
Mohon dapat diberikan informasinya. Terima kasih
Jawab:
sebuah “standard” memang biasanya digunakan sebagai acuan untuk mengetahui klasifikasi hasil analisa yang kita peroleh. Sepengetahuan saya, dalam analisa contoh batuan, “standard” yang digunakan untuk meng-klasifikasikan jenis batuan adalah seperti yang umum digunakan, yaitu melalui nilai NAG pH, nilai NAG (kg H2SO4/ton) atau nilai NAPP (kg H2SO4/ton). Adapun “sample standard” (yang dimaksud dalam pertanyaan) mungkin dapat diartikan sebagai contoh batuan yang sudah diketahui karakteristiknya secara jelas dan konsisten dalam beberapa kali pengujian, sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam proses analisa. Oleh karena itu, menurut hemat saya, “sample standard” dapat ditentukan oleh masing-masing laboratorium, terdiri dari berbagai klasifikasi batuan (NAF, PAF) dengan berbagai type-nya.
Terkait dengan “standard” (seperti disebutkan juga dalam pertanyaan) adalah soal akurasi, yang berarti soal quality control/quality assurance (QA/QC) dari suatu prosedur analisa.
Untuk memastikan bahwa prosedur analisa yang dilakukan mempunyai tingkat akurasi yang baik, maka QA/QC harus dilakukan, salah satunya adalah melakukan pengujian terhadap “sample standard” dengan prosedur analisa yang sama/konsisten untuk sampel-sampel yang lain. Dengan membandingkan hasil analisa terhadap “sample standard” dengan nilai “sample standard” yang telah diketahui sebelumnya, maka akan diketahui tingkat akurasi prosedur analisa tersebut. Akurasi yang baik akan menjamin hasil yang baik untuk sampel-sampel batuan lain yang dianalisa.
Demikian dari saya, lebih kurangnya mohon maaf.
Salam.
tinggalkan komentar