Penanganan air asam tambang
from: Dedy Rosa <***@yahoo.co.id>
Tue, May 19, 2009 at 2:44 PM
Assalamu alaikum, apakabar?
Saya mau bertanya mengenai penanggulangan air asam tambang secara aktif dan pasif. Kebetulan saya pernah membaca abstrak dari LIPI mengenai hal itu. Kalau bisa aktifnya bagaimana? Bahan apa sebagai penetralisir dan kincir yang digunakan bentuk dan ukurannya seberapa besar? Atas informasinya terima kasih banyak.
Jenis tanaman
“gogoh sulaksono” <*******@yahoo.com>
Apr 26, 2009; 8:35 pm
Saya perlu info yang singkat, jenis-jenis tanaman apa saja yang bisa
dan sanggup bertahaan pada kondisi daerah yang keadaan fisik tanah
seperti yang ada di lokasi penambangan seperti itu?
Gogoh
Memetakan NAF/PAF
Sukamto Kamto <*******@yahoo.co.id>
27 April 2009; 12:46 PM
Salam Kenal. Saya Sukamto, Kalimantan Selatan. Mengenai kasus ATT umumnya di Kalsel terjadi pada daerah tambang batubara dengan sistem penambangan open pit. Batuan PAF biasanya terdapat pada bagian bottom dari seam batubara itu sendiri, secara umum terdiri dari batuan lempung (mudstone) yang terdapat butiran pyrite, walaupun tidak semua batuan lemmpung dianggap PAF.
Yang menjadi kendala adalah :
1. Bagaimana memetakan batuan PAF, sehingga dapat memperlakukan PAF dengan perlakuan isolasi atau kapsulisasi?
2. Bila kita menganalisa data semua lapisan batuan untuk mengetahui PAF dan NAF biayanya terlalu besar. Apa solusi sehingga dapat membuat data atau peta kontur kandungan PAF secara efektif dan murah?
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
SUKAMTO
Pintu depan
Selamat datang pengunjung.
Blog ini dibuat oleh kami, sekedar untuk berbagi sedikit pengetahuan yang kami miliki mengenai hal-hal yang terkait dengan air asam tambang, atau lazim disingkat dengan AAT. Bagi yang baru mendengar dengan istilah tersebut, silahkan kunjungi bagian Apa itu AAT?. Namun bagi yang sudah terbiasa dengan istilah tersebut, sudilah kiranya untuk urun rembug diforum diskusi, seperti tercantum di bawah tulisan ini. Secara perlahan blog ini akan kami kembangkan, termasuk pencantuman beberapa Publikasi yang sifatnya bebas untuk dikutip, tentu saja dengan tetap memperhatikan hak atas kekayaan intelektual pengarangnya, baik yang bersumber dari dalam maupun luar negeri.
Berbicara soal AAT, bukan bicara soal ilmu baru. Sudah lama dunia pertambangan, baik mineral maupun batubara, mengenalnya, termasuk di Indonesia. Di blog ini, kami hanya mencoba untuk mengumpulkan serpihan-serpihan informasi mengenai hal ini di Indonesia, dan mencoba menyampaikannya kembali dengan lebih (mudah-mudahan) terpola.
Semoga blog ini dapat membawa manfaat bagi pengelolaan air asam tambang secara khusus, dan lingkungan pertambangan di Indonesia pada umumnya.
Terima kasih telah mengunjungi kami.
3 komentar